![]() |
| Ari Rukmana, UNICEF |
Imunisasi itu dipusatkan di ruang laboratorium Multimedia, Fakultas Ekonomi, Kamis, 20 September 2018. Ada 100-an mahasiswa yang diimunisasi. Semuanya mahasiswa baru.
Sebelum diimunisasi, mereka terlebih dahulu mengikuti talk show dengan tema: Imunisasi dan Jalan Menjaga Aset Masa Depan Generasi.
Pembicaranya antara lain: Ari Rukmana, Kepala Perwakilan Unicef wilayah Jawa. Choirul Anwar Nidhom, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga. Dan Muhammad Rasuli, Sekertaris Dinas Kesehatan Bangkalan.
"Imunisasi hari ini bersejarah bagi dunia kesehatan di Jatim karena imunisasi pertama pada usia dewasa," kata Ari Rukmana dari Unicef.
Imunisasi itu merupakan inisiatif langsung dari Rektorat UTM. Sebab itu, Unicef langsung merespon inisiatif tersebut dengan menggelar imunisasi gratis. Tujuannya untuk memberikan pemahaman bahwa kesehatan adalah aset utama bagi penuntut ilmu.
Sebab, kata Ari, mayoritas negara di Eropa, termasuk negara yang jadi favorit mahasiswa Indonesia melanjutkan studynya. Menjadikan imunisasi difteri sebagai salah satu syarat wajib.
"Kalau ada mahasiswa belum divaksin difteri, maka mereka akan ditolak untuk melanjutkan studinya," ujar dia.
Diluar untuk kepentingan pendidikan tadi, imunisasi difteri, Arie melanjutkan juga untuk membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanggulangi wabah difteri.
Tahun lalu, difteri telah menjadi wabah sehingga harus ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Dinas kesehatan Jawa timur mencatat ditemukan 400 orang terjangkit difteri dan 16 diantaranya meninggal dunia.
Ari menambahkan, tahun ini ditargetkan sekitar 300 ribu orang, usia antara 0 hingga 19 tahun, harus divaksin difteri. UTM menjadi target ideal karena jumlah mahasiswa barunya mencapai 100 hingga 1500 orang pertahun.
"Makan akan menambah luas cakupan penanggulangan difteri dari yang sudah ada," ungkap dia.
Sementara itu, Rasuli, Sekertaris Dinkes Bangkalan menambahkan di Bangkalan pemerataan imunisasi terkendala penolakan oleh warga. Penolakan makin tinggi setelah ada fatwa haram vaksi dari MUI.
"Padahal yang diharamkan itu vaksin MR, bukan difteri," kata dia.
Meski kerap ditolak, Rasuli memastikan 22 kecamatan di Bangkalan tetap akan menggencarkan sosialisasi pemberian vaksin. Target utamanya adalah kalangan pesantren.
"Cara pandang harus diubah bahwa aset itu bukan hanya materi, tapi kesehatan juga aset," kata dia. (*)


0 Comments